Rabu, 13 Juni 2018



“Proses Pengasinan Ikan Di Pekalongan”


Ikan asin adalah bahan makanan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan menambahkan banyak garam. Dengan metode pengawetan ini daging ikan yang biasanya membusuk dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar untuk jangka waktu berbulan-bulan. Beraneka jenis ikan yang biasa diasinkan, baik ikan darat maupun ikan laut. Ikan-ikan ini dikumpulkan dalam suatu wadah dan lalu ditaburi atau direndam dalam larutan garam pekat. Ikan-ikan yang besar biasanya dibelah atau dipotong-potong lebih dulu agar garam mudah meresap ke dalam daging. Karena perbedaan kepekatan dan tekanan osmosis, kristal-kristal garam akan menarik cairan sel dalam daging ikan keluar dari tubuhnya. Sementara itu partikel garam meresap masuk ke dalam daging ikan. Proses ini berlangsung hingga tercapai keseimbangan konsentrasi garam di luar dan di dalam daging. Konsentrasi garam yang tinggi dan menyusutnya cairan sel akan menghentikan proses autolisis dan menghambat pertumbuhan bakteri dalam daging ikan.
                Pengasinan merupakan suatu cara pengolahan ikan dengan hasil produk berupa ikan asin. Cara ini telah umum dilakukan dengan tujuan agar ikan lebih awet atau tahan lama. pengasinan adalah suatu proses pengolahan ikan dengan cara memberikan garam sehingga mempunyai kandungan garam sangat tinggi yang kemudian dikeringkan.  Cara pengolahan tersebut telah lama dilakukan untuk beraneka ragam species ikan. Kegiatan penangkapan ikan asin di Pekalongan telah cukup lama dilakukan, tetapi masih belum banyak dikenal mengenai proses pembuatannya, terutama bagaimana prospeknya dilihat dari sudut pandang ekonomi. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian mengenai pembuatan ikan asin teri yang dilakukan oleh pengelola, terutama untuk mengetahui kelayakan usaha ini.
Pembuatan ikan asin , telah cukup lama berlangsung,yang sampai sekarang masih dilakukan secara tradisional. Cara pengolahan ikan asin ini masih belum banyak diminati, meskipun merupakan suatu cara yang relative mudah untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan. Hal ini terutama karena masih belum diketahui bagaimana sebetulnya kelayakan usaha dari pengasinan ikan . Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan selain ingin mengetahui proses pembuatan ikan asin , juga untuk mengetahui bagaimana kelayakan usaha dari pengasinan ikan teri tersebut. Untuk mengetahui cara/proses pengasinan atau pembuatan ikan asin  yang dilakukan oleh Pengelola ikan yang berada di Pekalongan.



Faktor-faktor yang berpengaruh kecepatan penetrasi garam ke dalam tubuh ikan dipengaruhi oleh beberapa hal. Di antaranya:
1. Konsentrasi garam, Semakin tinggi konsentrasi garam yang digunakan, semakin cepat proses masuknya garam ke dalam daging ikan. Akan lebih baik apabila digunakan garam kristal untuk mengasinkan.
2. Jenis garam, Garam dapur murni (NaCl 95%) lebih mudah diserap dan menghasilkan ikan asin dengan kualitas yang lebih baik. Garam rakyat mengandung unsur-unsur lain (Mg, Ca, senyawa sulfat), kotoran, bakteri dan lain-lain yang dapat menghambat penetrasi garam dan merusak rasa ikan tersebut.
3. Ketebalan daging ikan, Semakin tebal daging ikan, proses pengasinan akan membutuhkan waktu yang semakin lama dan garam yang lebih banyak. Sehingga ikan-ikan besar biasanya dibelah-belah, dikeping atau diiris tipis sebelum diasinkan.
4. Kadar lemak dalam daging, Kadar lemak yang tinggi (di atas 2%) akan memperlambat penetrasi garam ke dalam daging ikan.
5. Kesegaran daging ikan, Ikan yang kurang segar memiliki daging yang lebih lunak dan cairan tubuh yang mudah keluar, sehingga proses pengasinan bisa lebih cepat. Namun juga garam yang masuk dapat terlalu banyak sehingga ikan menjadi terlalu asin dan kaku.
6. Suhu daging ikan, Semakin tinggi suhu daging ikan, semakin cepat garam masuk ke dalam tubuh ikan.  Itulah faktor-faktor yang berpengaruh kecepatan penetrasi garam ke dalam tubuh ikan
Mengonsumsi ikan asin secara terus menerus itu dapat menyebabkan kanker, juga kanker nesofaring. Nasofaring adalah daerah tersembunyi yang terletak di belakang hidung berbentuk kubus. Bagian depan nasofaring berbatasan dengan rongga hidung, bagian atas berbatasan dengan dasar tengkorak, serta bagian bawah merupakan langit-langit dan rongga mulut. Ikan asin itu merupakan mediator utama dalam pembentukan dan perkembangan virus  Epstein-Barr. Virus Epstein-Barr adalah virus yang berperan penting dalam timbulnya kanker nasofaring. Virus yang hidup bebas di udara ini bisa masuk ke dalam tubuh dan tetap tinggal di nasofaring tanpa menimbulkan gejala. Cara pembuatan ikan asin, pertama, ikan melalui tahap pembelahan, untuk memisahkan dari isi perutnya. Setelah itu, ikan dicuci hingga bersih. Lalu berlanjut ketahap pemberian air garam ,untuk sebagai pangawet. Proses pengawetan berlangsung selama satu (1) malam. Lalu ikan di jemur dibawah sinar matahari, dalam pembuatan ikan asin , yang merupakan pekerjaan pokok adalah penggaraman dan  pengeringan, meskipun demikian ada beberapa tahapan kegiatan yang sebetulnya dilakukan oleh pengelola, yaitu;
1. Pembersihan,
Pada tahap ini, pembersihan yang dilakukan adalah dengan memisahkan ikan dari isi perut ikan tersebut, sehingga lebih bersih.
2. Penggaraman,
Penggaraman atau pemberian garam dilakukan setela tahap 1 selesai. Garam yang diberikan adalah garam murni yang biasanya kandungan NaCl nya tinggi, perbandingan antara bahan baku ikan teri dengan garam adalah 2 : 1, jadi untuk 100 kg ikan garam yang dibutuhkan sekitar 50 kg.
3. Penjemuran (Pengeringan),
Ikan  yang telah diproses dalam penggaraman, kemudian dicuci bersih dan langsung dijemur di atas pin. Tempat penjemuran bebas dari naungan dengan tujuan agar sinar matahari dapat digunakan seluruhnya. Proses Pengeringan yang dilakukan oleh pengelolah hanya dilakukan dengan memanfaatkan, jika cuaca mendukung / panas hanya membutuhkan waktu setengah hari untuk menjemur ikan tersebut hinga kering. Namun,jika cuaca tidak mendukung atau hujan , biasanya para penggelolah membutuhkan waktu untuk mengeringkan ikan tersebut sampai berhari-hari bahkan sampai ber mainggu-minggu.
4. Pengemasan dan Pemasaran,
Ikan  yang sudah menjadi ikan asin tersebut kemudian dikemas dalam wadah yang betul-betul kering. Wadah yang digunakan adalah kotak kemasan yang terbuat dari kertas karton. Ikan asin ini biasanya dipasarkan ke pada Bandar ikan yang berada di medan atau ke masyarakat yang membutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan hanya membutuh kan untuk peruses pengawetan ikan berupa garam saja, biasanya untuk garam sebanyak 50kg yang seharga Rp.48000 digunakan hanya untuk ikan 100 kilo saja dan biasanya untuk ikan 100kg, setelah melalui proses pembelahan dan pengeringan hanya sekitar 60kg. Jenis-jenis ikan yang diasini berupa; Ikan belah sisik, ikan kembung, ikan jambrong, ikan pisang belah, ikan tenggiri, ikan petek dll.  Bahan pengawet hanya menggunakan air dan garam untuk pengawetan dan itu lebih terjamin kesehatannya bagi para pembeli baik yang untuk dikonsumsi sendiri atau untuk dijual kembali.


Share:

Senin, 07 Mei 2018

6 LANGKAH BUDIDAYA BELUT DI KOLAM DRUM

6 LANGKAH BUDIDAYA BELUT DI KOLAM DRUM

1. Menyiapkan Kolam Belut

Langkah – langkah menyiapkan kolam dari drum :
1. membersihkan drum yang akan dipakai sampai bersih sempurna.
2. membuat lubang memanjang di bagian atas drum.
3. simpan drum di tanah yang datar.
4. buat saluran pembuangan di bawah drum.
Share:

Kamis, 03 Mei 2018

tutorial seputar weblog

SEPUTAR WEBLOG

A.      Pengertian Blog Atau Weblog
Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger (www.robotwisdom.com) menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. Secara garis besar, Weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah, seperti karya tulis, kumpulan link internet, dokumen-dokumen (file-file WOrd,PDF,dll), gambar ataupun multimedia.
Para pembuat blog dinamakan Blogger. Melalui Blognya, kepribadian Blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai, apa tanggapan terhadap link-link yang di pilih dan isu-is u didalamnya. Oleh karena itu Blog bersifat sangat personal.
Perkembangan lain dari Blog yaitu ketika Blog memuat tulisan tentang apa yang seorang Blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Blog kemudian juga menjadi Diary Online yang berada di Internet. Satu-satunya hal yang membedakan Blog dari Diary atau Jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa Blog dibuat untuk dibaca orang lain.

B.       Sejarah Blog
Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman "What’s New" pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Anders en pada tahun 1993. Kalau kita masih ingat, Mosaic adalah browser pertama sebelum adanya Internet Explorer bahkan sebelum Nestcape.
Kemudian pada J anuari 1994 Justin Hall memulai website pribadinya "Jus tin’s Home Page" yang kemudian berubah menjadi "Links from the Underground" yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang. Hingga pada tahun 1998, jumlah Blog yang ada masih sangat sedikit. Hal ini disebabkan karena saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus tentang pembuatan website, HTML, dan web hosting untuk membuat Blog, sehingga hanya mereka yang berkecimpung di bidang Internet, System Administrator atau Web Designer yang kemudian pada waktu luangnya menciptakan Blog-Blog mereka sendiri.

C.      Jenis – jenis Blog
1.        Blog Politik        
Tentang berita, politik, aktivis , dan semua persoalan berbasis blog (Seperti kampanye).
2.        Blog Pribadi       
Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan baik/jahat, dan perbincangan teman.
3.        Blog Bertopik      :  
Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu
4.        Blog Kesehatan  
Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll
5.        Blog Sastra
Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).
6.        Blog Perjalanan  
Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.
7.        Blog Riset           
Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
8.        Blog Hukum       
Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).
9.        Blog Media            
Berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi media massa; biasanya hanya untuk koran atau jaringan televise.
10.    Blog Agama       
Membahas tentang agama


Share:

Sample Text

Copyright © Nur Tri Jayanto | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com